Website Streaming Dihentikan Anti-Piracy Settlement!!

Posted on 4,061 views

Internet semakin kencang, tentunya memberi kemudahan untuk para Masyarakat Internet untuk melakukan apa saja di dunia maya ini, salah satu yang biasa dilakukannya adalah menonton film, anime, drama korea maupun serial tv secara online menggunakan website layanan Streaming.

Website layanan streaming yaitu website yang menyediakan tempat penyimpanan file video yang bisa ditonton secara streaming, namun website ini biasanya digunakan oleh website download film, anime, drama korea dan serial tv sebagai platform streamingnya. Baru-baru ini Anti-Piracy Settlement menutup layanan mereka berdasarkan ketentuan perjanjian dengan koalisi studio Hollywood dan perusahaan konten lainnya, sebagai bentuk pertanggungjawaban situs-situs tersebut setuju untuk membayar “kerugian yang signifikan.”.

Berikut daftar website layanan streaming yang sudah ditutup oleh Anti-Piracy :

  1. Openload.co / oload.stream / oload.monster / oload.info / oload.online / etc
  2. Streamango.com
  3. Verystream.com / Woof.tube
  4. Rapidvideo.com

Situs-situs tersebut menghasilkan ratusan ribu sampai jutaan pengunjung. Menurut sebuah laporan di TorrentFreak tahun lalu, Openload merupakan sebuah situs hosting file yang berada dalam sepuluh besar lalu lintas video streaming global, setelah Hulu. Menurut ACE (The Alliance for Creativity and Entertainment), perusahaan ini memiliki lebih dari 1.000 server di Rumania, Prancis dan Jerman, dan 72% konten didalamnya merupakan konten illegal yaitu konten yang melanggar hak cipta dan Openload merupakan 50 situs streaming video dan lining ilegal di dunia. Hal yang fatal adalah saat episode terakhir dari serial Game of Thrones, Openload adalah salah satu website yang digunakan untuk membocorkan lebih awal.

Kita lihat kedepannya, apakah Anti-Piracy Settlement akan menutup lebih banyak layanan streaming video illegal? Untuk layanan streamingnya saya yakin akan semakin bertambah dengan matinya website layanan streaming besar yang ditutup. *Mati satu tumbuh seribu*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *